Amalkan ini Agar Allah Mengabulkan Doa Kita



 Sesuatu agama yang wajib dibentuk serta lalu dilindungi merupakan Allah itu maha meluluskan berkah. Serta sesuatu peranan yang wajib lalu dilaksanakan merupakan kalau seseorang hamba harus berharap pada Allah. Agaknya perihal ini sepele serta simpel. Tetapi begitu, perihal ini dapat membuktikan mutu keagamaan seorang.


Seorang yang sedang ragu ataupun kadangkala yakin Allah maha meluluskan serta kadangkala tidak yakin pasti keimanannya amat lemas. Serta pastinya ini beresiko. 


Pada Allah itu merupakan maha meluluskan berkah, bila Allah tidak maha meluluskan berkah, siapalah yang hendak dimintai bantuan.? Pasti ini merupakan tak mungkin. Oleh karenanya harus untuk orang buat senantiasa berharap pada Allah. Serta Allah juga malu bila tidak mengijabah satu berkah hambanya. 


Hadis Nabi: Allah Malu Jika Tidak Mengabulkan Doa

Nabi Muhammad Bersabda

حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ سَلْمَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ أَنْ يَرْفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ فَيَرُدَّهُمَا صِفْرًا أَوْ قَالَ خَائِبَتَيْنِ (رواه ابن ماجه:الدعاء: رفع اليدين فى الدعاء)

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyrin  Bakar bin Khalafin, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adiyyi dari Ja’far ibnu Maimun dari Abu Utsman ra dari Salman dari Nabi Muhammad Saw. beliau bersabda: Sesungguhnya Tuhanmu adalah “sangat malu” lagi Maha Pemurah, Dia merasa malu kepada hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangannya kepada-Nya, kemudian  ditolak-Nya sama sekali atau sia-sia.” [HR Ibnu Majah at-Tirmidzi]

Dari hadis ini, sangat jelas jika Allah merasa malu jika tidak menunaikan janjinya untuk menerima setiap doa yang dipanjatkan hambanya.

 Dan dari hadis ini juga harus dibangun suatu pemahaman bahwa Allah pasti mengabulkan sebuah doa. Namun demikian, waktu dan bentuknya Allah mengabulkan doa adalah hak prerogatif Allah, tentunya Allah mengabulkan di waktu yang tepat.

Dari hadis di atas, juga bisa dipetik suatu pelajaran dan etika. Bahkan ketika hendak berdoa, maka angkatlah kedua tangganya. Allah itu malu jika tidak mengabulkan sebuah doa, maka seharusnya kita harus lebih malu jika tidak berdoa kepada Allah dan malah sibuk berharap kepada Manusi

Komentar