BERBICARA tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Saat itu Nabi pernah menyampaikan bahwa
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Sesungguhnya orang puasa saat berbuka mempunyai kesempatan doa yang tidak akan ditolak.
Sebenarnya diijabahi doa orang puasa ini sudah diisyaratkan oleh Al-Quran secara tersirat. Coba kita lihat QS al-Baqarah [2]: 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Jika hamba-hambaku bertanya tentang-Ku. Aku sesungguhnya dekat. Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa jika ia memohon pada-Ku. Hendaknya mereka menjawab (ajakan)-Ku untuk beriman pada-Ku agar mereka mendapat petunjuk.
Pada bagian ini Allah swt menerangkan kedekatan- Nya dengan hamba- hambanya sehabis pada bagian lebih dahulu mereka dimohon buat meluhurkan serta membesarkan( takbir) Allah swt. Pengagungan Allah serta kebesaran- Nya membagikan opini kalau Allah swt itu jauh dari hamba- hamba- Nya. Alhasil bagian di atas melenyapkan opini itu dengan menguak kedekatan- Nya. Begitu juga dikuatkan dalam QS Qaf[50]: 16 serta QS al- Waqi’ ah[56]: 85.
Keakraban Allah swt direalisasikan dengan meluluskan orang yang berharap kepada- Nya. Dalam kaitannya bagian QS al- Baqarah[2]: 186 ini pasti sedang terdapat munasabah( ketergantungan) dengan ayat- ayat lebih dahulu yang membahas mengenai puasa. Alhasil orang yang memiliki jatah lebih buat diijabahi berkah serta permohonannya. Terlebih dikuatkan dengan perkataan nabi Ibnu Majah di atas.
Kekuatan berkah orang puasa ini berkah ketaatannya dalam melaksanakan perintah Allah swt. Bila 4 bagian QS al- Baqarah[2]: 183- 186, agak- agak Allah swt berkata kalau siapapun kamu yang sudah melaksanakan perintah- Ku buat berpantang harus di bulan Ramadan ia hendak Saya bagikan tambahan berbentuk berkah mustajab yang tidak hendak tertolak.
Gimana tidak jitu berkah orang yang puasa. Mereka berkenan tidak makan minum serta meninggalkan keadaan yang dilarang cuma sebab Allah swt begitu juga diterangkan dalam suatu riwayat. Tidak hanya itu berpantang ialah situasi terbaik seseorang hamba Mukmin buat berkaitan dengan Tuhan- Nya. Dikala puasa ia dapat lebih intens.
Saat puasa dia lebih sungguh-sungguh jujur apa adanya. Saat puasa dia lebih bebas dari syahwat dan nafsu yang seringkali menggoda untuk mengutarakan keingingan sesaat yang sebenarnya dia tidak butuhkan. Semoga di bulan puasa ini kita bisa memanfaatkan momen terbaik dengan sebaik-baiknya untuk bermunajat dan memohon segala kebutuhan dan hajat kita kepada Allah swt.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
Komentar
Posting Komentar