Tiap orang berumur menginginkan buah hatinya jadi anak alim salihah yang dapat menebar iman.
Alim itu berawal dari tutur berbicara Arab, shalih, berarti orang yang melakukan bagus. Orang alim itu menebar kebaikan pada siapa saja.
Dengan begitu, anak yang alim itu anak yang mengabdi pada kedua ibu dan bapaknya, tetap melakukan kebaikan pada sahabatnya, dan menebar khasiat buat banyak orang sekelilingnya.
Rasul Ibrahim sempat memanjatkan berkah pada Allah supaya memiliki kanak- kanak yang alim. Berkah itu termaktub dalam QS. Al- Shaffat bagian 100.
Berikut ini lafalnya:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
Doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ketika merindukan kehadiran anak yang bisa menghiasi hari-harinya, menjadi generasi penerusnya, dan tentunya menjadi penghibur baginya.
Melalui istri keduanya, Hajar, Nabi Ibrahim pun mempunyai anak yang pertama, diberinya nama Ismail. Sementara itu, dari istri pertamanya, Sarah, Nabi Ibrahim berputra Ishaq.
Kedua anaknya pun menjadi anak-anak yang saleh. Tidak sekadar saleh, Allah bahkan mengangkat mereka berdua menjadi nabi.
Sudah semestinya bagi kita untuk meneladani segala kebaikan yang diajarkan oleh para nabi. Termasuk doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim ini pun bisa kita teladani.
Doa Nabi Ibrahim bisa kita amalkan sebagai upaya agar kelak anak-anak kita menjadi saleh salihah.***

Komentar
Posting Komentar