Gus Baha; Merasa Paling Rajin Beribaha, Kurang Baik.


 

KH Ahmad Bahauddin Nursalim ataupun lazim dipanggil Gus Baha ialah seseorang malim yang lahir di Petarangan, Rembang, Jawa Tengah, tahun 1970. Dia ialah putra seseorang malim ahli Al- Quran serta pula penjaga Pondok Madrasah Tahfidzul Quran LP3IA KH Nursalim Al- Hafizh dari Narukan, Rembang Jawa Tengah. Gus Baha diketahui selaku pakar pengertian yang mempunyai wawasan mendalam sekeliling Al- Quran.


Bukan cuma itu, ajengan yang pula ialah Rais Syuriyah Pengasuh Besar Nahdlatul Malim( PBNU) ini diketahui selaku malim dengan khotbah yang saklek serta berperforma simpel. Bukan suatu bertepatan, tetapi kecerdasan Gus Baha ialah hasil didikan bapaknya semenjak kecil serta menimba ilmu di sebagian Pondok Madrasah terkenal, salah satunya di Pondok Madrasah Al- Anwar Rembang Jawa Tengah.


Lewat film yang diunggah akun Instagran@SantriGanyeng, Gus Baha berkata, kalau banyak malim kala Doa Tahajud serta witir tidak tidak berubah- ubah, sebab khawatir kala beranggapan menyangka orang lain itu kurang baik. 


“Makanya jarang ulama beribadah berlebihan, sebab takutnya begitu, karena kalau ibadah berlebihan itu bisa membuat riya’ dan ujub,” ujar Gus Baha.

Gus Baha juga mengingatkan jika seorang tidak beribadah sama sekali, bisa membuat kerasnya hati. “Pokoknya kata Abdullah bin Mas’ud itu kalau seminggu sekali atau dua kali, setelah itu ya sudah, lalu ulangi lagi,” kata Gus Baha.

Beliau menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud merupakan sahabat nabi yang ketika melihat orang melaksanakan Salat Dhuha setiap hari itu diamuk. Abdullah bin Mas’ud menganggap jika hal tersebut bukan begini ajaran nabi, yang mengharuskan Salat Dhuha setiap hari.

Akan tetapi, menurut beliau, ajaran ini tidak populer di Indonesia. Karena di Indonesia Istiqomah itu baik.

Lebih lanjut, Gus Bahan mengatakan ketika kita khusyuk baru dua minggu melakukan salat tahajud, dan melihat orang tidur kemudian mengejeknya seperti bangkai. Artinya zaman ketika seseorang belum tahajud, berarti orang itu termasuk bangkai juga.

“Berhubung sekarang sudah salat tahajud, lalu ketika melihat orang tidur, kamu anggap seperti bangkai,” tutur Gus Baha.

Komentar