Tiap orang berumur menginginkan buah hatinya jadi anak yang bermutu, bagus dengan cara badan ataupun rohani. Pastinya anak yang bermutu hendak jadi kebesarhatian untuk orang berumur.
Bermacam usaha juga dicoba oleh para orang berumur buat membuat anak yang bermutu. Disekolahkanlah anak itu supaya jadi cerdas. Dididik serta dibimbing pula anak itu dengan pembelajaran serta edukasi yang bagus.
Para orang berumur berkenan berdedikasi untuk buah hatinya supaya jadi bermutu.
Nabi Zakariya, di masa tuanya, belum mempunyai anak. Akan tetapi, Nabi Zakariya senantiasa berdoa kepada Allah agar mempunyai anak yang berkualitas.
Doa yang dipanjatkannya itu termaktub dalam QS. Ali ‘Imran ayat 38.
Berikut ini lafalnya:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.
Doa tersebut dikabulkan dalam waktu yang mustahil. Akan tetapi, tidak ada yang mustahil jika itu memang sudah kehendak Allah.
Istri Nabi Zakariya yang sudah berusia tua dan menapaki masa menopause akhirnya hamil juga padahal yang demikian itu serasa mustahil. Anak yang dinantikan pun hadir juga.
Diberilah nama anak itu Yahya. Yahya tidak hanya menjadi anak yang berkualitas, bahkan Allah mengangkatnya menjadi seorang nabi, seperti ayahnya, dan kemenakannya, Isa.
Sudah semestinya bagi kita untuk meneladani segala kebaikan yang diajarkan oleh para nabi. Termasuk doa yang dipanjatkan Nabi Zakariya ini pun bisa kita teladani.
Doa Nabi Zakariya bisa kita amalkan sebagai upaya agar kelak anak-anak kita menjadi orang yang berkualitas.***
Komentar
Posting Komentar