Mengatasi Emosi Negatif Pada Remaja: Bagain 1

 




Remaja adalah suatu tahapan perkembangan manusia yang merupakan suatu fase transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. 


Masa remaja menjadi fase yang cukup penting bagi kehidupan setiap manusia karena fase ini menentukan kelanjutan masa depan setiap individu1. Menurut Santrock, masa remaja dibagi menjadi dua fase yaitu masa remaja awal atau pre adolescence yang berada pada kisaran usia 12 sampai 15 tahun; dan masa remaja akhir atau late adolescence yang berada pada rentang usia 15-18 tahun.


Masa remaja disebut sebagai masa krisis, pada masa ini terjadi perubahan yang signifikan pada banyak aspek; diantaranya aspek fisik, psikis maupun sosial, sehingga para remaja harus melakukan adaptasi secara bersamaan pada semua aspek tersebut. 


Masa remaja disebut juga sebagai masa labil atau juga fase negatif, bahkan beberapa ahli menyebutnya sebagai masa bermasalah. Hal ini disebabkan karena masa remaja merupakan masa transisi, masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. 


Mereka sudah tidak mau dan juga tidak tepat lagi disebut anak-anak namun sekaligus belum mampu menyandang peran sebagai orang dewasa. Hal ini seringkali menimbulkan kesulitan bagi sebagian remaja, terkadang mereka melakukan perilaku-perilaku ujicoba yang salah atau juga menyimpang dari aturan dan tata nilai yang berlaku.


Karakteristik remaja inilah yang membuat para remaja mengalami banyak permasalahan, baik masalah yang terkait dengan perkembangan dirinya sebagai seorang individu maupun masalah didalam lingkungan sosial lainnya. 


Hurlock menyatakan bahwa permasalahan yang dialami oleh para remaja berkaitan dengan usaha-usaha pemenuhan tugas perkembangan mereka. Secara umum, Hurlock  membagi masalah remaja kedalam 2
(dua) klasifikasi, yaitu :


1. Masalah pribadi.
Yang dimaksud dengan masalah pribadi adalah permasalahan yang terkait dengan kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, akademik, situasi di rumah serta disekolah.


2. Masalah khas remaja
Adalah masalah yang muncul karena disebabkan oleh ketidakjelasan status mereka, seperti upaya mencapai 
kemandirian, kesalahan persepsi lingkungan akibat 
stereotype remaja yang keliru, ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban yang diberikan oleh orang tua dan lain sebagainya.


Salah satu keterampilan pemecahan beragam masalah yang dihadapi remaja yang berkembang ke masa dewasa ini adalah dengan pelatihan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique atau biasa disingkat dengan SEFT. 


Terapi SEFT adalah teknik membebaskan diri dari penderitaan emosi. SEFT merupakan gabungan dari 15 teknik terapi psikologis yang banyak dipraktekan oleh para psikolog, psikiater maupun terapis di seluruh dunia; namun kemudian diringkas dan dikemas dalam suatu teknik yang lebih sederhana namun memiliki dampak yang signifikan. 


Terapi SEFT ini di gabungkan dan dipatenkan oleh founder SEFT yaitu oleh bapak Ahmad Faiz Zainuddin yang dengan pengembaraan ilmunya ke beberapa negara di Eropa, Amerika, Cina, Australia dan sebagainya diramu menjadi sebuah teknik yang sederhana, simpel tetapi fowerful. SEFT telah dipraktekan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dengan hampir tidak pernah ada keluhan efek samping sama sekali. 



Secara umum, SEFT telah terbukti mampu mengatasi berbagai masalah fisik dan emosional dalam jangka waktu yang cukup singkat. Selain itu SEFT juga diklaim mampu meningkatkan kinerja dan prestasi, meraih kebahagiaan serta kedamaian psikologis.


Sementara penerapan SEFT bagi remaja diproyeksikan agar remaja terbebas dari masalah, juga berprestasi, bahagia dan berakhlak mulia. SEFT bagi remaja memiliki banyak dampak positif, diantaranya; remaja dapat mengendalikan emosinya, remaja dapat lebih bahagia, memiliki pikiran positif dan terbuka, menjadi pribadi yang dicintai Allah serta mewujudkan remaja yang siap bersaing mewujudkan masa depannya sendiri.


Melihat banyaknya manfaat penggunaan SEFT , maka pengabdi berkeinginan untuk membantu melatih para remaja dan para petugas yang mengajar di LPKA pada tingkatan remaja agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para remaja terutama ketika remaja tersebut telah keluar dari LPKA menjadi pribadi yang lebih baik lagi


Komentar