PWNU JABAR: Tradisi Halal Bihalal di Populerkan KH.Wahab Casbullah.


 

Pimpinan Pengasuh Area Nahdlatul Malim( PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhamad berkata kalau Halal Bihalal telah jadi adat- istiadat masyarakat Nahdliyin semenjak era dahulu. Apalagi, tuturnya, KH Wahab Chasbullah lah yang memopulerkan balik adat- istiadat Halal Bihalal ini.


Perihal itu disampaikannya dalam kegiatan Halal Bihalal PWNU Jabar bersama para Pengasuh Agen Nahdlatul Malim( PCNU) serta badan dan banom di Bangunan Ajakan PWNU Jabar di Jalur Terusan Galunggung, Nomor. 9 Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung, Rabu( 18 atau 05) pagi.


“Halal Bihalal adalah kegiatan yang sudah menjadi tradisi bagi kita sebagai warga Nahdlatul Ulama. Dan kegiatan ini dimulai dari zamannya Mbah Wahab Chasbullah yang mempopulerkan kembali tradisi Halal Bihalal,” tuturnya saat memberikan sambutan.   

 

“Halal Bihalal ini tidak dimiliki oleh negara lain selain di Indonesia, termasuk mungkin budaya mudik yang hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara lain saya lihat tidak seperti di Indonesia. Bahkan seolah-olah mudik ini sudah menjadi kewajiban,” tambahnya. 


Oleh sebab itu, lanjutnya, tidak bingung kala mudik telah diperbolehkan di tahun 2022 ini jalan- jalan yang terdapat di pulau Jawa ataupun luar pulau Jawa nampak penuh dengan alat transportasi. Perihal ini baginya, diakibatkan oleh antusiasme masyarakat Mukmin Indonesia yang mau memperingati hari raya di desa tamannya tiap- tiap sesudah 2 tahun beruntun tidak dapat mudik sebab endemi.


Kemudian, lanjutnya, dari sisi ekonomi kegiatan mudik ini juga membantu meningkatkan perekonomian yang sangat signifikan.


“Saya yakin kemarin selama musim mudik ada peningkatan ekonomi yang sangat signifikan,” ujarnya. 



Kiai Juhadi mengungkapkan dalam kegiatan Halal Bihalal ini juga akan dilaksanakan rapat gabungan pengurus tanfidziyah dengan syuriyah untuk menindak lanjuti program kerja yang sudah dicanangkan pasca Konferensi Nahdlatul Ulama Jawa Barat pada Oktober 2021 lalu. Di antara program besar PWNU Jawa Barat yakni ingin mendirikan 5 perguruan tinggi dan 5 rumah sakit.


“Mungkin ini dianggap berat, tapi saya pikir insyaallah kita dengan 18 lembaga yang ada di PWNU bisa merealisasikannya,” tandasnya.    Sebagai informasi, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PWNU Jawa Barat dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat dalam rangka Pencegahan dan Pembarantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelar Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). 


Sumber: nu online jabar


Komentar